03 Januari, 2010
Hati sampah
29 Disember, 2009
Gadis genit dan lipas
Seorang gadis genit mengomel, “I tak suka lipas. I tengok lipas lari-lari kat lantai bilik I pun, I dah geli. Eee… benci!”.
“Erm…,” hening lima saat.
“Tapi… I suka jari-jari U yang seperli lipas, merayap-rayap di leher I. Lepas tu merayap di setiap lekuk tubuh I. Heh,” sambungnya kemudian, dengan gaya paling gedik.
28 Disember, 2009
Pahlawan Mimpi
23 Disember, 2009
Cintaku maha agung
12 Disember, 2009
"Perempuan itu" dalam Koran Harian Radar Kudus
saya kirimkan salah satu halaman media aku yaitu koran harian radar kudus di salah satuhalamannya, yakni radar jepara, terdapat ulasan mengenai kegiatan yang bertajuk Kampanye We Can Hidup Terhormat Tanpa Kekerasan Terhadap Perempuan.
nah, dalam artikel tersebut,puisimu aku masukkan. coba lihat halaman paling bawah kanan paragrap pertama.
terima kasih banyak, Aie
salam...



05 Disember, 2009
Perempuan itu
Perempuan itu
pahit derita lali baginya
diracun sengsara pun, mati hidup semula
air mata, pekat merah
dan redup wajah bonda
hilang dibawa badai ghairah
untuk apa lagi berjuang
kalau cinta sememangnya tidak ada
yang diberinya hanyalah dusta
dan khianat yang menerajang
damai hatinya
Perempuan itu
tidak mahu berdiri lagi
rela terus dibaluti sepi
dan membiarkan hatinya
dililit kawat berduri
25 November, 2009
Ada apa dengan perbezaan?
20 Oktober, 2009
Aku, pohon filicium decipiens buat kalian
(buat teman-temanku; Izni, Lily, Cakol dan Zul)
Izni adalah bunga jarum merah callistemon laevis
Bunga kecil rupawan dan liar yang tumbuh di puncak tinggi
Si jelita ini sangat bijak dan juga licik
Siapa saja yang memandang pasti terpegun
Terpana dengan wajahnya yang menawan
Tapi hatinya liar dan keras
Tak bisa jatuh, tak bisa tumbang pada mana-mana lelaki
Dan dia adalah penyeri, yang sering buat kami ketawa
Yang sering buat kami bahagia
Lily umpama nymphaea caereulea yang sangat menawan
Atau the blue water lily yang sering dilihat di kolam-kolam kecil
Sangat anggun dan sangat klasik
Bak primadona filem-filem melayu lama
Redup wajahnya melapangkan dada yang memandang
Namun pantang bila bersama Izni
Bisa jadi riuh dengan gelak tawa
Dan dia, adalah pengimbang antara kami
Yang selalu mendamaikan suasana
Cakol pula pohon kaktus spesis Mamiliria
yang ditanam sebagai penyeri taman
juga penyeri taman hati kami semua
Seperti sifatnya yang sensitif, hatinya mudah terguris
Mungkin kerna dia paling tua antara kami
Dan dia punya persona tersembunyi
Yang bisa buat hati gadis gugur menyembah bumi
Dengan alunan petikan gitarnya yang indah seperti pelangi
Sementara Zul, seperti anggerik dendrobium
Punya kelopak yang cantik dan unik
Menyerlahkan keperibadiannya yang sukar diduga
Hatinya dingin dan berjiwa klasik, seperti Lily
Ada keserasian mungkin pada mereka berdua
Dan dia orang yang paling suka berjenaka
Sentiasa menghiburkan kami berlima
Walau kadang kami tahu, hatinya sedang berduka
Aku pula, ingin menjadi filicium decipiens
Pohon lagenda kebanggaan Laskar Pelangi
Tumbuh rendang dan punya batang serta dahan yang gagah
Agar bisa menjadi tempat teman-temanku berteduh
Agar bisa menjadi tempat teman-temanku bergantung
Dan kami, seperti kawanan kupu-kupu papilio blumei
Atau colias crocea yang berwarna kuning
Ingin terus terbang tinggi bersama
Mewarnai ruang-ruang udara
Berkongsi suka dan duka
18 Oktober, 2009
Pari-pari hujan
28 Ogos, 2009
Haluan berbeza
Sekejap dia pusing ke kiri, sekejap dia pusing ke kanan. Sekejap-sekejap dia terlentang. Ada yang tidak kena. Suasana dalam bilik terasa bahang biar diluar hujan sedang mencurah. Angin dingin yang masuk dari jendela terbuka luas juga gagal hinggap ditubuhnya. Memang ada yang tak kena.
Mata sudah dipaksa pejam rapat tapi Dani masih belum boleh tidur. Kepalanya terasa berat, otaknya berselirat. Hatinya pula resah dari tadi. Ada perkara yang bermain di fikirannya. Ada suara-suara halus yang terngiang-ngiang di telinganya.
“Dani, cukuplah sampai sini. Haluan kita berbeza. Kalau diteruskan juga, hati kita akan terus disakiti,” mata Laura memandang tepat ke wajah pucat Dani.
Dada Dani turun naik dan dia tak berhenti mendengus. Tanpa disedari, ada cecair hangat membasahi pipi dalam kedinginan yang tak dirasainya. Dia terus merengkot, mengenang kisah lalu dia dan Laura.
